Sarasehan Pengembangan Pendidikan MIPA

Sambutan dekan FITK
Yogyakarta, 4 Maret 2021. Fakultas Ilmu Keguruan dan Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga mengadakan Sarasehan Pengembangan Prodi Pendidikan MIPA yang dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Ibu Dr. Hj. Sri Sumarni, M.Pd.,Wakil Dekan I, Bapak Prof. Dr. Abdul Munip, S.Ag., M.Ag., Staf Dekanat dan dosen-dosen pendidikan MIPA.
Acara ini dibuka oleh Dekan FITK, Ibu Dr. Hj. Sri Sumarni, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa FITK patut berbangga karena sudah ditunjuk sebagai pelopor Zona Integritas, sehingga FITK diharapkan untuk hati-hati dalam mengelola keuangan. Di FITK tidak dibangun budaya kompetisi atau konflik, tetapi bahu membahu atau gotong royong. Jika ada masalah mari dipecahkan bersama-sama dan semoga yang disampaikan bisa diambil hikmahnya, imbuh Bu Sri Sumarni.
Acara selanjutnya adalah acara inti, yaitu diskusi pengembangan Prodi Pendidikan MIPA. Diskusi dipandu oleh Wakil Dekan 1 Bapak Dr. Abdul Munip, S.Ag., M.Ag. Diskusi dimulai dengan penyampaian dari perwakilan masing-masing prodi Pendidikan MIPA terkait permasalahan prodi. Bapak Mulin Nu'man, S.Pd., M.Pd. dari prodi Pendidikan Matematika menyampaikan Saat SK perpindahan ke FITK, beberapa mahasiswa PMat mempertanyaan tentang hal ini, tetapi mahasiswa telah diberi pengertian, bahwa tidak akan ada banyak perubahan setelah perpindahan, seperti praktikum, dll.Untuk keputusan perpindahan PMat ke FITK, didukung, alasannya salah satunya karena pengalaman untuk PPG bisa ditolak, karena fakultasnya bukan dari FITK. Yag menjadi masalah ada 3 saat in yaitu :
- Laboratorium Pendidikan Matematika di FST telah diganti dengan rumah jurnal, oleh karenanya, tolong diusahan ada 4 laboratorium: PMat, PFis, PKim dan PBio.
- Dengan adanya daring, maka patut disyukuri, karena jika tidak daring, bagaimana dengan ketersediaan kelas dan praktikum kuliah, karena masih daring, maka terlihat masih aman.Sebaiknya tidak berhenti di SK, harus diperjuangkan fasilitas.
- Mengenai ruang dosen, diharapkan tersedia, diharapkan ada komitmen, jika tidak ada kolaborasi maka mandiri, sebaiknya ditarget dan dianggarkan dana untuk laboratorium.
Dari hal itu perlunya komitmen dari jajaran FITK untuk bisa menyelesaiakn atau mencari solusi segera mengingat hal tersebut sangat berkaitan dengan Mutu Prodi dan Fakultas.