Prodi Pendidikan Matematika Perluas Kerja Sama Internasional dengan Menyelenggarakan 2nd International Conference of Innovation and Technology in Mathematics and Mathematics Education (ICITMME)

International Conference yang bernama International Conference of Innovation and Technology in Mathematics and Mathematics Education (ICITMME) yang kedua ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Matematika FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan ini memberikan wadah bagi para peneliti bidang matematika dan pendidikan matematika untuk sharing hasil-hasil penelitian sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Adapun tema yang diangkat adalah “Exploring Technological Advances of the 21st Century in Mathematics and Mathematics Education”. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari pada Rabu-Kamis, 12-13 Oktober 2022 dari pukul 07.00 – 17.00 WIB secara daring. Peserta dari kegiatan ini adalah mahasiswa, guru, dosen, peneliti, praktisi, dan pengiat Matematika.

Adapun narasumber pada kegiatan ini adalah (1) Dr. Steven Van Vaerenbergh (University of Cantabria, Spain) dengan tema “Mathematics education in the age of artificial intelligence”, (2) Dr. Roni M Ellington (Morgan State University, Maryland, US) dengan tema “A Framework for Developing Equity-Focused STEM Content for Inclusive Students” dan (3) Dr. Sintha Sih Dewanti, S.Pd.Si., M.Pd.Si. (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) dengan tema “Mathematics Assessment Model in 21st Century”

Secara umum, Dr. Roni Ellington menyampaikan bahwa pembelajaran matematika seharusnya dapat bersifat inklusif bagi semua siswa. Sebagai seorang pendidik, guru matematika harus dapat memberikan pengalaman belajar yang setara bagi semua murid di kelas, sehingga murid tidak merasa excluded, merasa tertinggal, atau bahkan merasa tidak memiliki kemampuan dalam pembelajaran matematika. Selain itu, Dr. Roni juga memberikan highlight akan pentingnya mengkolaborasikan konsep matematika dengan materi-materi pada sains maupun teknologi (STEM) dan memberikan contoh riil penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pembelajaran matematika dapat lebih relevan bagi kehidupan. Dengan demikian, siswa akan memahami dengan sendirinya akan pentingnya pembelajaran Matematika yang dijalaninya bagi kehidupannya.

Sementara itu, Dr. Steven menyampaikan tentang bagaimana mengeksplorasi berbagai macam software AI untuk diterapakan dalam pembelajaran Matematika seperti GeoGebra ART, geoGebra Automated Reasoning Tools, dan lain sebagainya. Adapun Dr. Sintha Sih Dewanti menyampaikan tentang model-model penilaian abad 21 dan juga terkait kemampuan literasi abad 21.

Di seminar internasional ini Dr. Roni menyampaikan bahwa pembelajaran matematika tidak hanya terjadi secara praktis di kelas-kelas saja. Namun, dalam praktiknya pembelajaran matematika perlu melibatkan komunitas sosial atau kultural dalam membangun keseluruhan pembelajaran. Komunitas yang dimaksud di sini adalah bukan hanya orang tua siswa, boleh juga masyarakat umum, sebagai sarana untuk menyebarkan edukasi akan esensi dari pembelajaran matematika bagi kehidupan. Dengan demikian, jika perspektif tersebut sudah terbangun secara sosial-kultural, secara otomatis akan muncul motivasi pada diri siswa dalam proses belajarnya.

Pada intinya, bahwa seorang guru matematika pada dasarnya harus mampu berperspektif non-judgmental (bersikap inklusif) pada semua siswanya. Ia harus membangun motivasi dan mindset pada tiap siswa bahwa setiap dari mereka layak berada di kelas dan mampu untuk memahami matematika, regardless latar belakang masing-masing baik dari segi ekonomi, status sosial, perbedaan etnis, dan lain-lain. Hal ini penting sebab jika seorang guru tidak mampu bersikap adil sejak awal, output yang dihasilkannya pun juga tidak setara. Murid yang dari awal memang aktif dan motivated akan berkembang pesat dalam proses pembelajarannya, namun murid yang sejak awal merasa didiskriminasi oleh perilaku gurunya

Dr. Roni herself quotedYou should realize that the way how you view your students will determine how they will show up on your class”. Jadi, bagaimana sudut pandang kita akan posisi seorang siswa dalam kelas akan bersifat timbal balik terhadap keterlibatan, keaktifan, dan perkembangannya dalam pembelajaran.

Setelah kegiatan ICITMME Program Studi Pendidikan Matematika pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini terselenggara dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika UIN Yogyakarta menjadi bertambah wawasan dan pengetahuannya secara teroritis tentang pendidikan Matematika. Selain itu dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika UIN Yogyakarta bertambah kemampuan bahasa Inggrisnyasendiri akan makin merasa unmotivated dalam kelas, sehingga bukan tidak mungkin ia tidak mengalami perkembangan signifikan dalam proses pmbelajaran.