FGD Hasil Redesain Kurikulum Program Studi Pendidikan Matematika Perkuat Implementasi Outcome-Based Education

Program Studi Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Hasil Redesain Kurikulum pada Selasa, 23 April 2024. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Imam Sujadi, M.Si. dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta sebagai narasumber. FGD dilaksanakan sebagai bagian dari proses penyempurnaan hasil redesain kurikulum untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebijakan pendidikan tinggi nasional sekaligus memenuhi tuntutan pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Dalam paparannya, Dr. Imam Sujadi menekankan bahwa penyusunan kurikulum tidak cukup hanya menetapkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dalam dokumen kurikulum. Program studi juga harus memiliki mekanisme yang jelas mengenai bagaimana kompetensi lulusan dibangun melalui proses pembelajaran, bagaimana ketercapaiannya diukur, serta bagaimana hasil pengukuran tersebut dimanfaatkan sebagai dasar evaluasi dan penyempurnaan kurikulum secara berkelanjutan. Dengan demikian, implementasi OBE tidak hanya berhenti pada perumusan capaian pembelajaran, tetapi juga tercermin dalam sistem penjaminan mutu akademik yang berkesinambungan. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa implementasi OBE perlu diwujudkan melalui proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Oleh karena itu, Rencana Pembelajaran Semester (RPS) perlu dirancang dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) dan Case Method, sehingga pembelajaran tidak lagi berorientasi pada penguasaan materi semata, melainkan mendorong mahasiswa untuk mengonstruksi pengetahuan, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan kompetensinya dalam berbagai konteks nyata.

Selain aspek pembelajaran, Dr. Imam Sujadi juga memberikan masukan mengenai pentingnya konsistensi dalam penyusunan dokumen kurikulum. Menurutnya, program studi perlu memiliki visi keilmuan yang menegaskan arah pengembangan bidang ilmu, bukan sekadar mengadopsi visi kelembagaan. Penetapan profil lulusan juga hendaknya didasarkan pada data empiris, seperti hasil tracer study dan kebutuhan masyarakat, sehingga mampu menggambarkan kompetensi lulusan yang benar-benar relevan dengan perkembangan dunia pendidikan dan dunia kerja. Pada aspek evaluasi, narasumber menyoroti pentingnya pemetaan keterkaitan antara mata kuliah dan CPL beserta bobot kontribusinya sebagai dasar pengukuran ketercapaian kompetensi lulusan. Keberhasilan kurikulum seharusnya diukur berdasarkan pencapaian setiap CPL pada tingkat program studi, didukung oleh bukti asesmen formatif yang terdokumentasi dengan baik. Selain itu, implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) serta pengembangan skema percepatan studi (fast track) menuju Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kurikulum.

Melalui FGD ini, Program Studi Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta semakin memperkuat komitmennya dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif, terukur, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan. Hasil diskusi dan berbagai masukan yang diperoleh diharapkan menjadi landasan dalam penyempurnaan kurikulum sehingga mampu menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, serta siap menjawab tantangan pendidikan di tingkat nasional maupun internasional.