Pusat Studi Prodi Pendidikan Matematika Menjawab Masalah Math Anxiety melalui Kegiatan DINAMIKA #2

Penyampaian materi dan diskusi oleh ibu Dr. Berliana Henu Cahyani, S.Psi., M.Psi
Yogyakarta (07-04-2021). Pusat Studi Pengembangan Pembelajaran Matematika Sekolah (PPMS) Prodi Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga kembali mengadakan kegiatan rutin Dialog Pendidikan Matematika (Dinamika). Kegiatan Dinamika yang kedua ini mengangkat tema “Math Anxiety dan Ragam Masalah Belajar Matematika” dengan menghadirkan Ibu Dr. Berliana Henu Cahyani, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku dosen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa sebagai narasumber dan Ibu Nidya Fery Wulandari, M.Pd. selaku dosen Prodi Pendididikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi moderator pada kegiatan ini. Acara dilaksanakan secara virtual menggunakan platform Zoom Cloud Meetings dan dihadiri oleh sekitar 200 orang peserta, yang terdiri dari para guru, dosen, mahasiswa maupun masyarakat umum.
Kegiatan dibuka oleh Kaprodi Pendidikan Matematika Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, yakni Bapak Dr. Ibrahim, M.Pd. yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Dr.Beliana mengenai masalah masalah psikologi belajar matematika serta masalah pembelajaran matematika lainnya yang ditinjau dari segi psikologi.
Pada awal paparannya, Ibu Berliana menyampaikan bahwa ada tiga aspek psikologis manusia, yakni koqnitif, afeksi dan sosial, sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap belajar siswa dibagi menjadi dua, yakni faktor internal dan eksternal. Lebih lanjut, Dr. Berliana menjelaskan bahwa math anxiety merupakan emosi negative yang muncul dalam menghadapi soal-soal matematika atau khawatir kinerja belajar mendapatkan hasil yang buruk atau menurun. Hal ini dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kemampuan mengatasi frustasi atau memahami konsep matematika, malu dan lain-lain, serta faktor eksternal, seperti tuntutan orang tua, pengalaman di kelas atau lainnya. Gelajanya bisa dilihat dari dua aspek, yakni fisik dan psikis. Strategi untuk mengatasinya diperlukan peran dari guru, orang tua dan siswa itu sendiri, selain itu bisa dilakukan alternatif strategi pendekatan psikologis interaksi pengelolaan kelas, seperti dukungan emosional, organisasi kelas dan dukungan instruksional, pungkas Dr. Berliana. Acara dilanjutkan dengan sesi dialog. Dalam sesi ini, banyak peserta yang antusias dalam bertanya. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk kepada panitia, baik disampaikan secara langsung maupun melalui kolom komentar di zoom, sehingga belum semua pertanyaan dapat terjawab karena keterbatasan waktu.
Penulis: Wed G.