Tingkatkan Kualitas Dan Kompetensi Guru: PMat UIN Suka, MGMP MA Lamongan Dan MGMP MA Lumajang Adakan Bimtek Pembelajaran Matematika Berbasis Literasi Dan Numerasi

Selasa-Kamis, 13-15 Juli 2021. Prodi Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bekerja sama dengan MGMP Matematika MA Lamongan dan MGMP Matematika MA Lumajang mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Matematika Berbasis Literasi Dan Numerasi. Acara yang berlangsung selama 3 hari ini, yakni pada hari Selasa sampai dengan Kamis, 13-15 Juli 2021, dilaksanakan secara daring melalui zoom cloud meeting.

Pada hari pertama, Selasa, 13 Juli 2021 acara dibuka oleh MC, Ibu Siti Sofiah, M.Pd. Acara ini diikuti oleh 52 guru MA, yang terdiri dari 37 guru dari Lumajang dan 15 guru dari Lamorangan. Acara dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Saudara Muhammad Abdul Khakim.

Untuk acara sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan oleh Bapak Dr. Ibrahim, M.Pd. selaku Kaprodi Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dalam sambutannya, Bapak Ibrahim menyambut gembira dengan adanya kerjasama antara Prodi Pendidikan Matematika dan MGMP Matematika MA Lamongan dan Lumajang. Dengan adanya MBKM, maka perkembangan atau inovasi pembelajaran, seperti literasi perlu dikembangka juga. Sebagai guru juga dituntut untuk mahir dalam literasi digital seiring dengan perkembangan di era digital. Harapannya, semoga acara ini berjalan lancar dan bisa dilakukan secara kontinu dan periodik. Sambutan yang kedua disampaikan oleh Ketua MGMP Matematika MA Kabupaten Lumajang, Bapak Wahid Hasyim, S.Pd. Dalam sambutannya, Bapak Wahid berharap agar semoga acara ini bisa bermanfaat untuk anak didik ke depan dan berharap agar kerjasama ini bisa berlangsung tidak hanya sekali. Sambutan yang ketiga disampaikan oleh Pengawas Madrasah Kemenag Kabupaten Lamongan, Ibu Dra. Hj. Ida Safiaturrahma, M.Pd.I. Dalam sambutannya, Ibu Ida berharap agar kegiatan bimtek ini dapat memotivasi kegiatan serupa bagi MGMP Kabupaten lain. Disampaikan juga bahwa tentang prinsip regulasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), prinsip yang harus dilakukan adalah mandiri, yaitu punya keinginan dan motivasi untuk meningkatkan kompetensi sendiri dan kualitas untuk peserta didik. Guru bisa sharing di learning community MGMPnya untuk meningkatkan kompetensinya, MGPM ini sebagai rumah kedua bagi guru. Bimtek ini harapannya bisa sebagai pembuka agar kegiatan lain bisa lebih semarak, guru senantiasa juga harus belajar siswa di luar sana. Prinsip lain dari PKB adalah terukur, sudah ada juknis tentang penjaminan mutu, sehingga bisa tahu perkembangan Bimtek ini, imbuh Ibu Ida Safiaturrahma.

Untuk acara inti yakni pemaparan materi oleh narasumber, dipandu dan dimoderatori oleh Ibu Zumrotus Sa'adah, S.Si. Untuk materi Model Pembelajaran Matematika Berbasis Literasi dan Numerasi, disampaikan oleh Ibu Dian Permatasari, M.Pd. dan Ibu Fina Hanifa Hidayati, M.Pd. Ibu Dian memaparkan bahwa dalam pendidikan abad 21 ini, guru dan siswa dituntut untuk memiliki 3 kecakapan: (1) kecakapan pembelajaran dan inovasi, guru diharapkan memberikan proses pembelajaran, (2) kecakapan informasi, media dan teknologi, siswa diharapkan bisa memfilter informasi yang benar, (3) kecakapan kehidupan dan karir. Berdarkan World Economic Forum, literasi numerasi ini merupakan hal yang penting. Beberapa hari terakhir ini, hasil PISA Indonesia ini masih rendah. Oleh karenanya hal ini mempengaruhi tatanan baru asesmen dan kurikulum: literasi dan numerasi menjadi muatan utama asesmen dan kurikulum. Selain itu, Gerakan literasi juga perlu diterapkan dalam lingkungan sekolah, keluarga dan masyrakat.

Topik yang kedua adalah mengenai Implementasi Literasi Numerasi dalam Pembelajaran Matematika, yang disampaikan oleh Ibu Fina Hanifa Hidayati, M.Pd. Di awal kesempatan, Ibu Fina meminta peserta untuk menuliskan apakah sudah mengimplementasikan literasi numerasi dalam pembelajaran matematika, dan hal ini mendapat beberapa respon dari peserta. Dalam AKM yang dinilai adalah literasi membaca dan literasi matematika (numerasi). Selanjutnya, Ibu Fina memberikan beberapa contoh implementasi literasi numerasi, antara lain pengaruh Model Problem Based Learning Berbantun Software Cabri 3D, Etnomatematika: Literasi Numerasi berdasarkan Bahasa pada Suku Kowai Kabupaten Kaimana, dan lain-lain. Dijelaskan juga bagaimana cara untuk memulai, yakni mulai dengan dengan konteks (sesuaikan dengan konten dan tingkat kognitif), tuangkan dalam masalah, siapkan fasilitas dengan Lembar kerja dan atau media. Selanjutnya acara diisi dengan tanya jawab dari peserta kepada para narasumber.

Untuk pemaparan materi sesi kedua, mengenai Penyusunan Perangkat Pembelajaran Matematika Berbasi Literasi dan Numerasi, disampaikan oleh Ibu Suparni, M.Pd. dan Bapak Burhanudin Latif, M.Si. Dalam kesempatan itu, Ibu Suparni menjelaskan mengenai fokus pengembangan perangkat, yakni fokus pada pengembangan RPP berbasis literasi numerasi. Prinsip Penyusunan RPP berdasar SE No 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan RPP: Efisiensi, Efektif dan berorientasi pada peserta didik. Berdasarkan Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016, ada 13 komponen dalam RPP. Dan berdasarjan SE Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan RPP, dari 13 komponen ini disederhanakan menjadi tiga komponen inti, yakni tujuan pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian pembelajaran, sedangkan komponen lainnya bersifat pelengkap. Untuk RPP berbasis literasi numerasi: (1) Tujuan pembelajaran, bisa melalui PBL, PjBL, Discovery Learning, Research-based learning dll yang dieksplisitkan secara spesifik dan jelas di tujuan pembelajaran bagian Condition (C), (2) Langkah-langkah pembelajaran, bisa dengan memilih metode pembelajaran yang memberikan kesempatan siswa untuk menguji, mengeksplorasi, mencoba, mengintegrasikan dengan konteks yang sesuai, dan (3) untuk penilaian terdiri dari penilaian sikap, pengetahuan dan keterampilan. Penilaian di sini harus sesuai dengan pedoman penyusunan AKM yang mencakup 3 domain (domain konten, proses, dan konteks). Setelah dijelaskan tentang teori penyusunan RPP, selanjutnya diberikan contoh pengembangan RPP yang berbasis literasi numerasi.

Untuk kesempatan yang kedua sesi pemaparan materi kedua, diberikan oleh Bapak Burhanudin Latif, M.Si., dengan topik LKPD, Media Pembelajaran dan Instrumen Evaluasi. Komponen numerasi ada 3, yakni (1) konten: bilangan, pengukuran dan geometri, data dan uncertainty, aljabar, (2) proses kognitif: pemahaman, aplikasi, dan penalaran, serta (3) konteks: personal, sosial budaya dan saintifik. Yang perlu diperhatikan adalah kondisi dan situasi, pengembangan aspek koqnitif, pemahaman, aplikasi dan penalaran. Untuk proses decoding terdiri dari representasi, terminology, konsep dan proses dan prosedur. Setelah mendapatkan informasi, perlu diperhatikan pertanyaan-pertanyaan berikut: apakah informasi yang ada berguna atau tidak, apa yang diharapkan dari teks, apa yang saya dapatkan, dan apa yang saya pikirkan dengan konsep sama. Selanjutnya Pak Burhan memberikan beberapa contoh soal pengembangan, aplikasi dan penalaran.

Pada bimtek hari kedua, disi dengan tugas mandiri penyusunan perangkat pembelajaran berbasis literasi dan numerasi dan pendampingan tugas mandiri. Peseta diberikan tugas untuk Menyusun RPP dan LKPD yang berbasis literasi numerasi. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok grup Whatsapp, berdasarkan kelasnya, yakni kelas X, XI, dan XII. Pada masing-masing kelas, didampingi oleh sekitar 3 fasilitator yang terdiri dari dosen-dosen Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Untuk kegiatan bimtek pada hari ketiga, yakni 15 Juli, diawali dengan presentasi dan evaluasi tugas mandiri penyusunan perangkat pembelajaran matematika berbasis literasi dan numerasi, yang diadakan di breakout room zoom, sesuai pembagian kelasnya. Kegiatan presentasi dan evaluasi ini berlangsung hingga pukul 11.00 WIB. Acara terakhir adalah penutupan, bertindak selaku MC dalam acara penutupan ini adalah Ibu Wed Giyarti, M.Si.. Sambutan-sambutan pada penutupan ini diberikan oleh Bapak Dr. Ibrahim, M.Pd. selaku Kaprodi Pendidikan Matematika FIKT UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sambutan kedua adalah dari Bapak Agus Indra Gunawan, S.SI., M.Pd. selaku Ketua MGMP Matematika MA Kabupaten Lamongan dan sambutan ketiga adalah dari Dra. Hj. Nur Habibah, M.Ag. selaku Pengawas Madrasah Kemenag Kabupaten Lumajang. Pada kesempatan ini juga disepakati adanya Kerjasama antara Prodi Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan MGMP Matematika MA Kabupaten Lamongan dan Lumajang, dengan adanya penunjukan Surat Perjanjian Kerjasama yang telah ditandatangi oleh pimpinan dari pihak-pihak tersebut.

Penulis: Wed G.