Workshop Kerjasama antara Prodi Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga dengan ADMA-PETA “Menggali Pengetahuan dan Pengalaman untuk Akredirasi Unggul Prodi Matematika dan Pendidikan/Tadris Matematika di Lingkungan PTKIN”

Workshop Kerjasama antara Prodi Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga dengan ADMA-PETA
“Menggali Pengetahuan dan Pengalaman untuk Akredirasi Unggul Prodi Matematika dan Pendidikan/Tadris Matematika di Lingkungan PTKIN”
Selasa, 17 Januari 2023. Asosiasi Dosen Jurusan/Prodi Matematika dan Pendidikan/Tadris Matematika PTKIN (ADMA-PETA) bekerjasama dengan Program Studi Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga mengadakan workshop secara virtual dengan tema “Menggali Pengetahuan dan Pengalaman untuk Akredirasi Unggul Prodi Matematika dan Pendidikan/Tadris Matematika di Lingkungan PTKIN”. Kegiatan ini dibuka oleh ketua ADMA-PETA, Bapak Dr. Ahmad Hanif Asyhar. Ada dua narasumber yang dihadirkan dalam acara ini, yaitu Ibu Dr. Epha Diana Supandi selaku ketua Lembaga Penjaminan Mutu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Bapak Dr. Ibrahim Ketua Program Studi Pendidikan Matematika FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Kegiatan yang dimoderatori oleh Ibu Ari Pani Desvina, S.SI., M.Sc. ini dihadiri sebanyak 115 peserta.
Sebelum dijelaskan tentang strategi dalam menghadapi akreditasi, paparan tentang perbedaan instrumen akreditasi BAN-PT dan Lamdik diberikan oleh Ibu Epha. Ada 9 kriteria dalam Akreditasi BAN-PT, yaitu (1) Visi, Misi, Tujuan, Strategi, (2) Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama, (3) Mahasiswa, (4) Sumber Daya Manusia, (5) Keuangan, Sarana dan Prasarana, (6) Pendidikan, (7) Penelitian, (8) Pengabdian kepada Masyarakat, dan (9) Luaran dan Capaian Tridarma. Secara umum, instrumen penulisan kriteria instrument Lamdik lebih sederhana, yaitu ada 4 bagian, yaitu (1) Kebijakan, (2) Pelaksanaan, (3) Evaluasi dan (4) Tindak Lanjut. Selain itu, pada akreditasi Lamdik tidak ada peringkat. Selanjutnya, dalam penyusunan Laporan Evaluasi Diri (LED) diperlukan beberapa strategi, antara lain penyusun LED harus memahami seluruh instrument akreditasi (naskah akademik, LED, DKPS/LKPS, Matruks Nilai, prosedur APS), kumpulkan data dan dokumen pendukung, narasi harus konkrit/detil, singkat, padat, tepat sasaran dan mudah dipahami, serta narasi menjawab skor 4. Selain itu, diberikan beberapa contoh strategi penyusunan kriteria instrument akreditasi oleh Ibu Epha.
Pada kesempatan selanjutnya, Bapak Ibrahim menjelaskan tentang dinamika manajerial, dinamika psikologis, dan dinamika konten borang. Terkait dinamika manajerial, yang pertama adalah perlunya tim yang kuat dan kompak, terencana, pelibatan unsur-unsur terkait, beban kerja, orientasi hasil, serta cepat dan tepat dalam memutuskan, papar Bapak Ibrahim. Terkait dinamika psikologis, yang perlu diperhatikan antara lain: lingkungan, konflik, komunikasi baik, motivasi, “healing”, dan sehat mental. Untuk dinamika konten borang, yang perlu diperhatikan antara lain tepat dalam pemilihan TS dan DTPS, berbasis input, proses output dan outcome, internasionalisasi, transparansi pada civitas akademika atau masyarakat, sinkronisasi kriteria-kriteria serta berbagai komponen dan dokumen.
Setelah pemaparan dari narasumber dan sebelum kegiatan ditutup, diadakan sesi tanya jawab dengan narasumber. Terlihat banyak peserta yang antusias dalam bertanya