Jalin Kerjasama dengan SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics, Prodi Pendikan Matematika FITK UIN Sunan Kalijaga Selenggarakan Kegiatan Bedah Buku “Arti (Kata) Matematika: Semua aspek yang perlu Anda ketahui dari matematika”

Selasa, 22 Oktober 2022 Kerjasama Program Studi Pendidikan Matematika dengan SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics diwujudkan penyelenggaraan bedah buku “Arti (Kata) Matematika: Semua aspek yang perlu Anda ketahui dari matematika”. SEAMEO Regional Centre for QITEP In Mathematics merupakan instusi yang bergerak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di lingkup Asia Tenggara. Buku yang dibedah adalah karangan Dr. Sumardyono, M.Pd (Direktur SEAMEO QITEP in Mathematics) yang diterbitkan pada akhir tahun 2021. Sambutan kegiatan bedah buku ini dilakukan oleh Dekan FITK Ibu Prof. Dr. Hj. Sri Sumarni, M.Pd sekaligus penandatanganan MoU (perjanjian kerjasama) yang berupaya untuk dapat meningkatkan kualitas pendidikan matematika di Indonesia dan Asia Tenggara. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk talk show yang dilaksanakan secara virtual melalui Zoom dan juga live streaming YouTube di channel PMAT UINSUKA. Kegiatan ini dihadiri lebih dari 300 peserta dari kalangan praktisi, dosen, guru, mahasiswa, dan masyarakat umum dari berbagai daerah mulai dari Sabang sampai Merauke.
Talk show dimoderatori oleh Bapak Sumbaji Putranto, M.Pd ini diawali dengan pengantar mengenai buku ini oleh Bapak Dr. Sumardyono, M.Pd. Beliau menceritakan keisengan membuat banner untuk kepanjangan kata “MATEMATIKA”, kemudian mulai muncul ide pengembangannya hingga terwujud menjadi sebuah buku ini. Usaha ini dimaksudkan untuk semata-mata membantu para guru dan pendidik matematika mendapatkan sedikit bekal dan menjadikannya suatu alternatif dalam usaha mendekatkan siswa dengan matematika. Harapan selanjutnya, dapat membuat siswa lebih menyenangi matematika. Paling tidak, sedikit mengurangi ketakutan dan meningkatkan persepsi positif terhadap matematika. Beliau juga menyampaikan bahwa sudah lumrah di masyarakat bahkan dalam lingkungan pendidikan sekali pun bahwa matematika adalah pelajaran yang dianggap sulit dan menakutkan. Hanya saja, mungkin banyak yang tidak menyadari bahwa hal tersebut lebih banyak dipengaruhi oleh pengalaman pembelajaran yang kurang menyenangkan yang pernah dialami. Entah itu, pengalaman tidak dapat memahami matematika yang hanya berisi rumus dan perhitungan belaka, atau pengalaman tidak dapat menjawab soal matematika yang cenderung kaku dan rumit, atau pun pengalaman dinilai dan dihukum dengan cara “menakutkan” selama belajar matematika.
Bapak Wiworo, S.Si, M.M sebagai pembedah pertama, beliau merupakan widyaiswara-Pemerhati matematika yang mempunyai banyak pengalaman dalam pengajaran matematika di PPPPK Matematika selama 15 tahun. Beliau menyampaikan bahwa Matematika merupakan teka-teki dan permainan, karena sebagian besar isi matematika adalah kajian yang penuh tantangan dan juga misteri. Proses penemuan dan penyelesaian suatu masalah baik dengan konteks sehari-hari maupun konteks matematika, sesungguhnya merupakan suatu tantangan yang dapat mendatangkan rasa keingintahuan dan ketekunan tersendiri. Lebih-lebih lagi jika dapat ditampilkan dengan cara dan representasi yang benar-benar menarik.
Pembedah kedua berasal dari bidang yang berbeda dengan matematika, Bapak Drs. TA. Prapancha Hary, M.Si merupakan Dosen Psikolog dan juga sebagai Clinical Psychologist. Beliau memberikan komentar “Apakah matematika itu membosankan atau menyenangkan?”. Mungkin bisa jadi “membosankan” bagi yang belum memahami matematika sepenuhnya. Namun bagi siapapun yang ingin memahaminya maka matematika seperti teka-teki yang begitu menantang dan mengasyikkan. Permainan logika matematika mulai dari yang sederhana hingga ke yang kompleks, dapat membuat seseorang merasa nyaman berjam-jam dengan matematika. Ketika seseorang masih “di luar” matematika, tentu mudah ia mengklaim bahwa matematika itu membosankan. Sekali ia berada di dalamnya, ia akan mendapatkan keasyikan tersendiri bermatematika dengan atau pun tanpa penggunaan simbol-simbol.
Pembedah ketiga, Bapak Dr. Ibrahim, M.Pd Kaprodi Pendidikan Matematika banyak memberikan komentar terhadap manfaat belajar matematika. Matematika meningkatkan keterampilan berpikir karena mengasah logika dan penalaran sekaligus juga terbiasa denganrumus atau algoritma yang efisien dan efektif. Matematika dapat membiasakan kita bersikap dan bertindak arif. Hal ini dapat terjadi karena kita menjadi terbiasa selalu mempertimbangkan segala sesuatu berdasarkan data yang valid dan asumsi yang tepat sebelum bertindak. Matematika membuat kita menjadi lebih tekun karena matematika dapat mengundang keingintahuan dan tantangan yang terus menerus. Matematika penuh dengan misteri dan tantangan, sehingga dapat membuat kita lebih energik dan penuh kesenangan. Biasanya sesuatu yang mengandung misteri asal tidak menakutkan, akan menarik untuk diikuti dan bahkan dipelajari.Begitu juga yang mengandung tantangan, akan mudah bagi seseorang terlibat aktif.