Prodi Pendidikan Matematika S1 & S2 UIN Sunan Kalijaga Fasilitasi Guru MAN 1 Boyolali Strategi Pemanfaatan AI Sebagai Rekan Diskusi Kelas

Dalam upaya meningkatkan kompetensi pedagogis di era digital, program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berkala dari Program Studi Pendidikan Matematika S1 dan S2 UIN Sunan Kalijaga menggelar pelatihan intensif mengenai integrasi Artificial Intelligence (AI) bagi para guru di MAN 1 Boyolali pada Selasa, 19 Mei 2026. Pelatihan yang dipandu oleh narasumber utama Iqbal Ramadani, M.Pd. ini menekankan pergeseran paradigma dalam memandang AI. Guru-guru diajak untuk tidak lagi memperlakukan AI sekadar sebagai mesin pencari informasi statis, melainkan sebagai rekan diskusiyang interaktif untuk melakukan brainstorming ide dan menguji konsep pembelajaran. Lebih dari itu, pelatihan ini juga membekali para guru dengan metodologi agar mereka mampu membimbing dan mengarahkan siswa dalam memanfaatkan teknologi AI secara bijak dan etis langsung saat proses pembelajaran di dalam kelas berlangsung.

Dalam sesi praktik, narasumber membedah secara konkret bagaimana AI dapat diadaptasi secara fleksibel sesuai dengan rumpun mata pelajaran yang diampu oleh masing-masing guru dengan didampingin oleh Dosen-dosen Program Studi Pendidikan Matematika S1 dan S2, baik untuk persiapan mandiri maupun saat berinteraksi dengan siswa. Bagi guru pengampu sains dan matematika (MIPA), AI disimulasikan sebagai alat penyedia studi kasus atau generator visualisasi konsep abstrak untuk melatih logika berpikir kritis siswa saat kerja kelompok. Sementara itu, bagi guru ilmu sosial (IPS) dan bahasa, guru diajarkan cara memandu siswa menggunakan AI sebagai mitra debat analitis terkait fenomena sosial atau sebagai teman koreksi tata bahasa secara mandiri. Bahkan untuk guru rumpun keagamaan, AI dapat digunakan sebagai media pemantik diskusi interaktif untuk memecahkan masalah kontekstual serta cerita sejarah yang menghubungkan nilai-nilai moral dengan realitas kehidupan modern.

Melalui pendekatan berbasis kebutuhan mata pelajaran ini, pelatihan dirancang agar guru memiliki kecakapan ganda: menguasai teknologi untuk diri sendiri sekaligus mampu menjadi fasilitator bagi siswa agar tidak terjebak pada pemanfaatan AI yang bersifat instan atau di "kulitnya" saja. Para peserta dilatih menyusun instruksimendalam yang nantinya bisa diajarkan kembali kepada siswa, sehingga mampu menghasilkan respons yang kaya akan stimulasi berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills). Bapak Kepala Madrasah, Drs. H. Mahsun Alwaid, M.Ag., menyambut positif pelatihan ini dan berharap transformasi digital dua arah antara guru dan siswa ini dapat langsung diimplementasikan dalam pembelajaran sehari-hari agar ruang kelas menjadi lebih dinamis, interaktif, dan adaptif.