Ubah Stigma Lewat Fun Learning, Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga Ajak Siswa MAN 1 Boyolali Temukan Makna Matematika
Sebagai bagian dari rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berkala pada Selasa, 19 Mei 2026, Program Studi Pendidikan Matematika S1 dan S2 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama dengan mahasiswa S1 dan S2 menggelar sesi khusus yang interaktif bersama para siswa MAN 1 Boyolali. Sesi ini dirancang untuk mengubah stigma negatif yang selama ini melekat pada pelajaran matematika. Tim PkM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa tidak menampik realitas bahwa matematika memang sebuah disiplin ilmu yang menantang dan membutuhkan keseriusan serta ketekunan tingkat tinggi untuk dikuasai. Namun, tim PkM menekankan bahwa tantangan tersebut bukan alasan untuk menjadikannya momok yang menakutkan, karena proses belajarnya dapat dikemas melalui pendekatan fun learning yang menyenangkan dan menyegarkan.
Dalam pelaksanaannya, para siswa diajak untuk menyelami dan mempelajari berbagai konsep matematika yang abstrak melalui media permainan dan kompetisi kelompok yang seru. Alih-alih langsung dihadapkan pada barisan rumus yang kaku, siswa dituntun untuk membangun pemahaman konseptual secara natural lewat simulasi yang interaktif. Pendekatan berbasis permainan ini berhasil memecah kekakuan kelas, memantik tawa, sekaligus merangsang rasa ingin tahu yang besar di kalangan siswa. Mereka ditantang untuk berpikir kritis dalam menyelesaikan teka-teki numerik dan geometris, membuktikan bahwa belajar matematika yang serius bisa berjalan beriringan dengan suasana yang menyenangkan.
Tidak berhenti pada permainan, tim Pendidikan Matematika UIN Sunan Kalijaga juga mengenalkan berbagai aplikasi sederhana dari teori-teori matematika dalam kehidupan sehari-hari agar siswa dapat melihat makna dan esensi dari apa yang mereka pelajari. Melalui visualisasi dan contoh kontekstual, siswa diajak menyadari bahwa matematika adalah "bahasa" di balik teknologi, arsitektur, hingga pola alam di sekitar mereka. Kegiatan ini ditutup dengan antusiasme tinggi dari para siswa, yang kini memiliki perspektif baru: bahwa matematika memang membutuhkan kerja keras, tetapi keindahan dan kebermaknaan ilmu ini sangat berharga untuk dieksplorasi secara menyenangkan.