Menjadi Edupreneur Sukses: Kuliah Umum Prodi Pend Matematika Semester Genap 2020/2021

Penyampaian materi oleh Bapak Lendo Novo (kanan) di pandu moderator Wed Giyarti, M.Si (kiri)
Rabu, 5 Mei 2021 Program Studi Pendidikan Matematika, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan Kuliah Umum dengan Tema “How to be a Successful Edupreneur” melaui Zoom Virtual Meeting dengan narasumber yang luar biasa yaitu Bapak Lendo Novo sebagai Founder Sekolah Alam Indonesia dan Ibu Wed Giyarti, M.Si dosen Prodi Pendidikan Matematika selaku moderator. Acara tersebut dihadiri Dekan FITK Prof. Dr. Sri Sumarni, M.Pd., dosen prodi dan seluruh mahasiswa prodi Pendidikan Matematika. Acara ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional dan bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi era globalisasi melalui edupreneur.
Sebagai pengantar, dekan FITK memberikan motivasi kepada mahasiswa dalam sambutan beliau, yakni “seorang mahasiswa harus berpegang pada konsep 4C (Critical Thinking, Creativity, Collaboration, and Communication), terutama perpaduan antara Collaboration dan Communication sebagai modal utama untuk survive di era globalisasi”.
Edupreneur disini menggabungkan konsep pendidikan dan kewirausahaan dengan menempatkan sikap-sikap dan nilai kewirausahaan dalam dunia pendidikan. Sesuai dengan tujuan pelaksanaan kurikulum baru Kampus Merdeka di prodi Pendidikan Matematika yang salah satunya adalah menyiapkan mahasiswa sebagai Edupreneur. Dalam kuliah umum ini, Bapak Lendo Novo memaparkan bagaimana awal mula menjadi edupreneur melalui konsep Sekolah Alam yang digagas oleh beliau. Konsep utama edupreneur yang dapat dijadikan kunci kesuksesan kehidupan adalah bagaimana seorang mahasiswa dapat memaksimalkan apa yang menjadi bakat dan minat, untuk menjadi sebaik-baiknya manusia. Selain itu, mahasiswa harus belajar untuk menganalisa lingkungan dan validasi data, serta berkecimpung di dalam organisasi yang ada untuk mengasah soft skills.
Poin penting yang didapat dari acara ini sekaligus sebagai PR dunia pendidikan adalah pentingnya menciptakan pendidikan berbasis minat dan bakat. Adanya gagasan edupreneur dalam konsep sekolah alam memancing banyak perhatian dan rasa penasaran baik dari dosen maupun mahasiswa, dilihat dari banyaknnya antusiasme pertanyaan sebagai bahan diskusi bersama. Acara diakhiri dengan closing statement dari Bapak Lendo yaitu, “penting bagi mahasiswa untuk menemukan kembali bakat minatnya, dan berkiprah sesuai dengan bakat masing-masing yang selanjutnya dapat melayani sebanyak-banyak manusia untuk menjadi sebaik-baiknya manusia”. Hal tersebut sesuai dengan hadist Nabi, “Khoirunnas anfa’uhum linnas”.
Ditulis oleh: Nidya Ferry W